Fanny Suandari

Rabu, 23 Juni 2010

fisiologi kehamilan

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi
Fisiologi kehamilan adalah seluruh proses fungsi tubuh pemeliharaan janin dalam kandungan yang disebabkan pembuahan sel telur oleh sel sperma, saat hamil akan terjadi perubahan fisik dan hormon yang sangat berubah drastis.
Organ reproduksi interna wanita adalah alat pembuahan atau kandungan bagian dalam yang meliputi ovarium, tuba falopi, uterus, dan vagina.
Organ reproduksi eksterna wanita adalah alat pembuahan atau kandungan bagian luar yang meliputi mons veneris, labia mayor, labia minor, klitoris, introitus vagina, introitus uretra, kelenjar bartholini dan anus.
Payudara/mamae/susu adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit dan di atas otot dada.
2.2 Fisiologi Kehamilan
Kehamilan adalah proses pemeliharaan janin dalam kandungan yang disebabkan pembuahan sel telur oleh sel sperma. Pada saat hamil akan terjadi perubahan fisik dan hormon yang sangat berubah drastis. Kehamilan di bagi atas 3 trimester yaitu trimester I, trimester II, dan trimester III.
Gejala pada trimester I umumnya adalah sering mual dan muntah, payudara membesar, sering buang air kecil, sering cepat lelah. Emosi tidak stabil, lebih sering cepat marah, penurunan libido seksual.
Pada trimester II, terjadi penambahan berat badan yang sangat signifikan karena nafsu makan yang meningkat tajam, payudara yang semakin besar diikuti dengan perut bagian bawah yang terlihat semakin membesar. Bayi kadang – kadang terasa bergerak, denyut jantung meningkat, kaki, tumit, betis kadang membengkak. Gatal pada permukaan kulit di bagian perut. Kadang disertai dengan sakit pinggang dan gangguan pada pembuangan air besar/sembelit. Emosi menjadi lebih stabil dan seluruh perhatian tertuju pada sang bayi yang akan lahir.
Pada trimester III, bayi mulai menendang – nendang, payudara semakin besar dan kencang, puting susu semakin hitam dan membesar, kadang – kadang terjadi kontraksi ringan dan suhu tubuh dapat meningkat. Cairan vagina meningkat dan kental. Emosi mulai tidak stabil, perasaan gembira disertai cemas menunggu kelahiran sang bayi.
2.2.1 Proses Kehamilan
Proses kehamilan adalah mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari ovulasi pelepasan ovum, terjadi migrasi spermatozoa dan ovum, terjadi konsepsi dan pertumbuhan zigot, terjadi nidasi (implantasi) pada uterus, pembentukan plasenta, tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm
2.2.1.1 ovulasi
Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh system hormonal yang kompleks. Jumlah oogonium pada wanita adalah :
1. BBL = 750.000
2. Usia 6-15 tahun = 439.000
3. Usia 16-25 tahun = 159.000
4. Usia 26-35 tahun = 59.000
5. Usia 35-45 tahun = 34.000
6. Menopause = menghilang
Selama masa subur yang berlangsung 20-35 tahun hanya 420 ovum yang dapat mengikuti proses pematangan dan terjadi ovulasi :
1. Proses pertumbuhan ovum (oogenesis)
2. Epitelogerminal  oogenium  folikel primer  proses pematangan pertama
3. Dengan pengaruh FSH, folikel primer mengalami perubahan menjadi folikel de graf yang menuju ke permukaan ovarium disertai pembentukan cairan liquor folikuli
4. Desakan folikel de graf ke permukaan ovarium menyebabkan penipisan dan disertai devaskularisasi
5. Selama pertumbuhan menjadi folikel de graf ovarium mengeluarkan hormone estrogen yang dapat mempengaruhi gerak dari tuba yang semakin mendekati ovarium, gerak sel rambut lumen makin tinggi, dan peristaltic tuba makin aktif. Ketiga factor ini menyebabkan aliran cairan dalam tuba makin deras menuju uterus.
6. Dengan pengaruh LH yang semakin besar, fluktuasi yang mendadak menjadi proses pelepasan ovum yang disebut ovulasi.
7. Dengan gerak aktif tuba yang mempunyai umbai (fimbrie) maka ovum yang telah dilepaskan segera ditangkap oleh fimbrae tuba,. Proses penangkapan ini disebut dengan ovum pick up mechanism.
8. Ovum yang tertangkap terus berjalan mengikuti tuba menuju uterus, dalam bentuk pematangan pertama, artinya telah siap untuk dibuahi.

2.2.1.2 Spermatozoa
Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks. Spermatogonium berasal dari sel primitive tubulus, menjadi spermatosit pertama, menjadi spermatosit kedua, menjadi spermatid, akhirnya menjadi spermatozoa. Pertumbuhan spermatozoa dipengaruhi mata rantai hormonal yang kompleks dan panca indra, hipotalamus, hipofisis, dan sel interstitial Leydig sehingga spermatogonium dapat mengalami proses mitosis.
Pada setiap hubungan seks ditumpahkan sekitar 3 cc sperma yang emngandung 40-60 juta spermatozoa tiap milliliter. Bentuk spermatozoa seperti cabang yang terdiri atas kepala (lonjong sedikit gepeng mengandung inti), leher (penghubung antara kepala dan ekor), ekor (panjang sekitar 10x kepala, mengandung energy sehingga dapat bergerak). Sebagian kematian dan hanya beberapa ratus tyang mencapai tuba falopi. Spermatozoa yang masuk ke dalam genetalia wanita dapat hidup selama 3 hari, sehingga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi.
2.2.1.3 Fertilisasi / konsepsi
Fertilisasi atau konsepsi adalah pertemuan antara spermatozoa dengan ovum untuk membentuk zigot. Proses konsepsi / fertilisasi berlansung sebagi berikut :
1. Ovum yang dilepaskan dalam proses ovulasi, diliputi oleh korona radiate, yang mengandung persediaan nutrisi
2. Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metaphase di tengah sitoplasma yang dibentuk vitelus
3. Dsalam perjalanan korona radiate makin berkurang dalam zona pelucida. Nutrisi dialirkan ke dalam vitelus, melalui saluran pada zona pellucid.
4. Konsepsi terjadi pada pars ampuylaris tuba, tempat yang paling luas dan dindingnya penuh jonjot dan tertutup sel yang mempunyai silia. Ovum yang mempunyai waktu terlama di dalam ampula tuba.
5. Ovum siap dibuahi setelah 12 jam dan hidup selama 24 jam.
6. Spermatozoa dilimpahkan, masuk melalui kanalis servikalis dengan kekuatan sendiri. Dalam kavum uteri terjadi proses kapasitasi yaitu pelepasan sebagian dari lipoprotein sehingga mampu mengadakan fertilisasi. Spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba. Spermatozoa hidup selama 3 hari di dalam genetalia interna. Spermatozoa mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi serta mengikis korona radioata dan zona pelucida dengan proses enzimatik (hialurodinase). Melalui stomata spermatozoa memasuki ovum. Setelah kepala spermatozoa masuk ke dalam ovum, ekornya terlepas dan tertinggal di luar. Kedua inti ovum dan inti spermatozoa bertemu dan membentuk zigot.
2.2.1.3 Nidasi
Nidasi adalah masuknya dan tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium. Bagian-bagian nidasi meliputi :
1. Pertemuan kedua inti ovum dan spermatozoa membentuk zigot.
2. Dalam beberapa jam zigot membelah dirinya menjadi dua dan seterusnya.
3. Bersamaan dengan pembelahan inti, hasil konsepsi terus berjalan ke uterus.
4. Hasil pembelahan sel memenuhio seluruh ruangan dalam ovum yang besarnya 100 MU atau 0,1 mm dan disebut stadium morula
5. Selama pembelahan sel di bagian dalam, terjadi pembentukan sel di bagian luar morula yang kemungkinan berasal dari korona radiata yang menjadi sel trofoblas.
6. Sel trofoblas dalam pertumbuhannya mampu mengeluarkan hormone korionik gonadotropin yang mempertahankan korpus luteum gravidarum.
7. Pembelahan berjalan terus dan di dalam morula terjadi ruangan yang mengandung cairan yang disebut blastula.
8. Perkembangan dan pertumbuhan terus berjalan, blastula dengan vili korialis yang dilapisi sel trofoblas telah siap untuk mengadakan nidasi
9. Sementara itu, fase sekresi endometrium telah makin gembur dan makin banyak mengandung glikogen yang disebut desidua.
10. Sel trofoblas yang meliputi “primer vili korialis” melakukan destruksi enzimatik dan proteotik, sehingga dapat menanamkan diri di dalam endometrium.
11. Proses penanaman blastula disebut nidasi atau implantasi
12. Proses nidasi tersebut terjadi pada hari ke-6 sampai 7 setelah konsepsi
13. Pada saat tertanamnya blastula ke dalam endometrium, mungkin terjadi perdarahan yang disebut tanda Hartman.
2.2.2 Tumbuh Kembang Fetus
Proses pertumbuhan embriogenesis dapat dilihat sebagai berikut :
1. Janin Usia 4 minggu
• Badan bayi sangat melengkung p; 7,5-10mm
• Saluran yang akan menjadi jantung terbentuk dan sudah berdenyut
• Dasar-dasar traktus digestivus sudah nampak
• Embrio memiliki gambaran seperti kadal
2. Janin Usia 8 minggu
• Seluruh organ tubuh utama bayi telah terbentuk meski belum sempurna
• Mata dan telinga mulai terbentuk
• Jantung berdetak kuat
• Muka nampak jelas
• Sudah mempunyai lengan, tungkai, jari tangan, dan kaki
• Alat kelamin sudah tampak meski belum jelas kelaminnya
• P; 2,5 cm
3. Janin Usia 12 minggu
• P; 6,5cm
• B; 18gram
• Kepala bayi lebih bulat
• Wajah terbentuk sepenuhnya
• Jari-jari tangan dan kaki terbentuk, kuku mulai tumbuh
• Ibu belum dapat merasakan gerakan janin
4. Janin Usia 16 minggu
• P; 16cm
• B; 100gram
• Tahap awal ibu dapat merasakan gerakan janin
• Jika bayi anak pertama, ibu agak lebih lambat dalam merasakan gerakannya
• Alat kelamin luar sudah dapat ditentukan
• Kulit ditumbuhi lanugo
5. Janin Usia 20 minggu
• P; 25cm
• B; 340gram
• Bayi membuat gerakan-gerakan aktif yang dapat dirasakan ibu ( tidur atau aktif )
• Bunyi jantung dapat didengar
• Kalau lahir berusaha untuk bernafas
6. Janin Usia 24 minggu
• P; 32cm
• B; 600gram
• Ibu dapat merasakan bagian-bagian tubuh bayi yang berbeda yang menyentuh dinding perutnya
• Otot rahim ibu meregang dan terkadang ibu merasakan sakit di bagian perutnya
• Kulit keriput, lemak ditimbun dibawah kulit
• Dan tertutup vernik caseosa yang berfungsi untuk melindungi kulit
7. Janin Usia 28 minggu
• P; 35-38cm
• B; sekitar 1000gr
• Kalau lahir dapat hidup didunia luar, meski kemungkinannya sangat kecil untuk tetap hidup
• Kalau menangis mengeluarkan suara yang lemah
8. Janin Usia 32 minggu
• Kepala janin sudah proposional dengan tubuhnya
• Ibu mungkin mengalami tekanan di bagian diafrakma dan perut
• B; 1700gram
• P; 40cm
• Permukaan kulit masih merah dan keriput
9. Janin Usia 36 minggu
• Bayi sudah hampir berkembang
• Sewaktu-waktu ia dapat turun ke rongga pinggul ibu
• Kulit bayi sudah halus dan tubuhnya montok
• Dapat membedakan antara gelap dan terang
• P; 50cm
• B; 2500gram
• Sudah dilapisi lapisan lemak dibawah kulit
10. Janin Usia akhir 10 bulan
• Janin sudah cukup bulan
• P; 50cm
• B; 3000gram
• Kulit halus dan hampir tidak ada lanugo lagi
• Masih terdapat vernik caseosa
• Kepala ditumbuhi rambut
• Kuku melebihi ujung jari
• Pada laki-laki testes sudah masuk skrotum, pada labia mayora menutupi labia minora
11. Janin usia 37 hingga 42minggu
• Bayi siap lahir
• Persentasinya hanya 5% bayi lahir tepat pada tanggal perkiraan
• Lanugo sudah tidak ada, meski mungkin masih ada yang tersisa di punggung dan dahinya
• Sebagian bayi agak terlalu cepat
2.2.3 Pertumbuhan Plasenta
Bentuk plasenta oval /bundar berukuran 15 – 20 cm dan berat 500-600 gr. Plasenta berbentuk lengkap saat kehamilan 16 minggu, ketika ruang amnion telah mengisi seluruh rongga rahim. Letak plasenta dirahim. Bagian-bagian plasenta meliputi :
1. Bagian Fetal :Vili korialis, ruang interviler. Daerah dari ibu druang interviler berasal dari arterialis.
2. Bagian permukaan janin : merupakan bagian permukaan janin, tempatnya di uri yang dilapisi oleh selaput amnion.
3. Bagian maternal : terdiri dari desidua compacta yang terdiri dari beberapa lobus dan kotiledon ( 15-20 lobus )
4. Tali pusat dari janin panjangnya 50-55 cm dengan diameter 1-2,5 cm, terpanjang yang pernah ada 200 cm dan yang terpendek 1cm. Struktur tali pusat terdiri dari dua arteri umbilikalis, satu vena umbilikalis.
Hormon yang dihasilkan plasenta meliputi :
1. Human crionoc gonadotropin (hCG)
2. Korionik somamotropin (plasenta laktogen)
3. Estrogen
4. Progesteron
5. Tirotropik korionik dan relaksin
Fungsi plasenta :
Nutrisi Alat pemberi makan janin
Respirasi Alat penyalur zat dan pembuang CO2
Ekskresi Alat pengeluaran sampah metabolisme
Produksi Alat yang menghasilkan hormon-hormon
Imunisasi Alat penyalur macam-macam antibody ke janin
Pertahanan Alat yang menjaring obat-obatan dan kuman yang melewati uri
2.2.1 Perubahan Fisiologi Pada Saat Hamil
1. Rahim / Uterus
Rahim yang semula besarnya sejempol / beratnya 30 gr akan mengalami hypertropi dan hiperplasia sehingga menjadi 100 gr saat mengalami kehamilan dan hipertropi menjadi lebih besar, lunak dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin.
2. Vagina
Pembuluh darah dinding vagina bertambah, hingga warna selaput lendir membiru (tanda chadwick), kekenyalan / elastisitas vagina bertambah artinya daya renggang bertambah sebagai persiapan persalinan.
3. Ovarium
Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umum 16 minggu.
4. Payudara
Selama kehamilan payudara bertambah besar, tegang dan berat dapat teraba moduli-moduli akibat hypertropi kelenjar alveoli layangan vena-vena lebih membiru, hyperpigmentasi pada puting susu dan alveola payudara. Kal (colustum) kuning.


Perubahan mammae selama kehamilan
Umur kehamilan (minggu) Perubahan
3-4 minggu
6 minggu
8 minggu
8 minggu
12 minggu
16 minggu Rasa penuh pada payudara
Terjadi pembesaran dan sedikit nyeri
Pelebaran pembuluh darah vena disekitar mammae
Kelenjar montgomery mulai tampak
Penggelapan disekitar areola dan putting
Colostrum sudah mulai dikeluarkan

6. Sirkulasi Darah
- Volume darah semakin meningkat dimana jumlah serum darah > besar dan pertumbuhan sel daerah sehingga terjadi pengenceran darah yang disebut “Hemodilusi” dengan puncaknya pada usia kehamilan 32 minggu.
- Protein darah
Jumlah protein, albumin dan hemaglobin menurun dalam triwulan pertama dan meningkat secara bertahap pada akhir kehamilan.
- Hitung dan hematoksit cenderung meningkat untuk memenuhi kebutuhan transpor 02 yang sangat diperlukan selama kehamilan.
6. Sistem Pernafasan
Pada kehamilan juga terjadi perubahan sistem respirasi untuk dapat memenuhi kebutuhan O2. disamping itu terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim yang membesar pada usia kehamilan 32 minggu. Sebagai kompekstasi terjadinya desakan rahim dan kebutuhan o2 yang meningkat, ibu hamil akan bernafas lebih dalam sekitar 20-25% dari biasanya.
7. Saluran Pencernaan
Karena pengaruh estrogen, pengeluaran asam lambung meningkat yang dapat menyebabkan :
- Pengeluaran air liur berlebihan (Hipersalivasi)
- Daerah lambung terasa panas
- Terjadi mual dan pusing terutama pagi hari (Morning sicks)
- Progesteron menimbulkan gerak usus makin berkurang dan dapat menyebabkan obstipasi.
8. Traktus Urinarius
Karena pengaruh desakan, hamil tua dan turunnya kepala bayi maka terjadi gangguan miksi dalam bentuk sering kencing, desakan tersebut menyebabkan metabolisme air senipun akan bertambah.
9. Kulit
Hyperpigmentasi ini terjadi dengan adanya striae gravidarum lividoe. Atau albican, areola mamae, papila mamae, linca nigra dan pada muka eloasma gravidarum.
10. Metabolisme
Dengan terjadinya kehamilan metabolisme tubuh mengalami perubahan yang mendasar dimana kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk pertumbuhan janin dan persiapan pemberian asi
2.3 Organ Reproduksi wanita
2.3.1 Organ eksterna terdiri dari :
• Mons Pubis
Suatu jaringan bantalan lemak yang ditutupi oleh kulit, yang terletak di simpysis pubis. Setelah pubertas akan ditumbuhi rambut pubis.
• Labia mayora
Dua lipatan membulat besar jaringan lemak yang tertutup oleh kulit yang bertemu didepan pada mons pubis. Pada saat kedua labia mayora berjalan ke belakang kea rah anus, kedua labia menjadi lebih datar dan menuju kedepan korpus perinealis. Permukaan sebelah dalam labia mayora halus dan mengandung banyak keringat (glandula sudorifera) dan kelenjar minyak (glandula subasea), sedangkan permukaan luarnya setalah pubertas akan tertutup oleh rambut.
• Labia minora
Dua lipatan yang berwarna merah muda dan lebih kecil trletak memanjang di bagian dalam labia minora. Kedua labia minora ini halus tidak tertutup oleh rambut ,tetapi mengandung sejumlah glandula sudolifera dan glandula subasea. Masing-masing labia minora trbagi menjadi dua lipatan di bagian anterior. Lipatan bagian atas mengelilingi klitoris dan bertemu membentuk prepusium. Dua lipatan bagian bawah ,melekat pada permukaan bawah klitoris dan disebut prenulum. Dibawah posterior kedua labia minora bertemu dan membentuk lipatan tipis yang disebut fossa vestibula vaginae (fourchette) yang dapat mengalami robekan pada terjadinya robekan perineum pada saat melahirkan.
• Klitoris
Merupakan stuktur terkecil sangat sensitive dan erectile yang terletak lipatan prepusium dan frenulum. Klitoris terdiri dari dua korpus yaitu corpora kavernosa yang terletak berdampingan satu sama lain dan memanjang kebelakang melekat pada periosteum dari korpus osis pubis. Klitoris merupakan stuktur yang dapat disetarakan dengan penis pada pria, tetapi tidak seperti penis di klitoris terdapat uretra.
• Vestibulum
Terdapat enam muara pada vestibulum.
• Meatus uretra
OUE (osteum uretra externa) terletak 2cm dibawah klitoris.
• Dua ductus skene
Muara ductus skene berjalan sejajar dengan uretra sepanjang kira-kira 6mm dan kemudian bermuara pada kedua sisi OUE.
• Ostium vaginae atau introitus vaginae
Menempati 2/3 bagian bawah vestibulum. Pada gadis ostium vagina ini ditutupi oleh hymen yaitu suatu membrane berlubang yang dilewati darah menstruasi.
• Dua ductus dan glandula bartholini
Glandula bartholini terletak di kedua sisi vaginae berada pada ligamentum triangulare. Bentuk dan besar kelenjar ini sebesear kacang kapri dan terdiri atas glandula racemosa dan menyekresi mucus. Ductusnya merupakan muara kelenjar tersebut dan bermuara diluar hymen sehingga sekresi kelenjar tersebut mempertahankan genital externa tetap lembab.
2.3.2 Organ Interna terdiri dari :
• Vagina
Suatu saluran musculomembranosa yang menghubungkan uterus dengan vulva, terletak antara kandung kencing dan rectum. Dinding depan vagina (9cm) lebih pendekdari dinding belakang (11cm). Pada dinding vagina terdapat lipatan-lipatan yang berjalan sirkuler dan disebut rugae terutama terdapt dibagian bawah rugae terutama pada bagian bawah vagina. Setelah melahirkan sebagian dari rugae akan menghilang. Walaupun disebut lendir vagina selaput ini tidak mempunyai kelenjar-kelenjar sama sekali sehingga tidak dapat menghasilkan lender mungkin lebih baik disebut kulit. Kedalam puncak vagina menonjol ujung service. Bagian dari servic yang menonjol kedalam vagina disebut porsio. Oleh porsio ini puncak vagina dibagi menjadi 4 bagian yaitu :forniks anterior, forniks posterior, forniks lateral kanan dan kiri. Vagina mempunyai faal penting sebagai saluran keluar dari uterus yang dapat mengalirkan darah waktu haid dan secret dari uterus, sebagai alat persetubuhan, sebagai jalan lahir pada waktu partus. Sel-sel dari lapisan atas epitel vagina mengandung glikogen. Glikogen ini menghasilkan asam susu oleh karena adanya basil. Basil doderlin membuat vagina mempunyai reaksi asm dengan pH 4.5 dan ini member proteksi terhadap infasi kuman.
• Uterus
Dalam keadaan tidak hamil, terdapat ruangan uterus pelvis minor di antara vesika urinaria dan rectum. Permukaan belakang sebagian besar tertutup oleh peritoneum sedangkan permukaan depan hanya di bagian atasnya saja.bagian bawah dari permukaan depan melekat pada dinding belakang vesika urinaria. Uterus merupakan alat yang berongga, bentuk sebagai bola lampu yang gepeng dan terdiri dari dua bagian. Bagian korpus uteri diantara kedua panggal tuba disebut fundus uteri. Tepi kanan dan kiri tidak tertutup oleh peritoneum karena berbatasan dengan parametrium kanan atau kiri. Pada anak-anak panjang uterus 2-3cm, pada nulipara 6-8cm, pada multipara 8-9cm. panjang korpus uteri terhadap servik uteri berbeda-beda. Panjang korpus uteri pada anak-anak yaitu setengah dari panjangnya servik uteri. Pada gadis remaja sama panjangnya dengan servik uteri, pada multipara korpus uteri 2x panjang servik uteri. Cavum utyeri berbentuk segitiga, lebar di daerah fundus dan sempit kearah servik. Sebelah atas servik berhubungan dengan tuba falopidan sebelah bawah dengan kanalis servikalis ( leher rahim ). Hubungan antara cavum uteri dan kanalis servikalis disebut OUI. Sedangkan muara kanalis servikalis ke dalam vagina disebut OUE. Ada dua buah OUI anatomikum yang merupakan batas antara kanalis servikalis dan cavum uteri dan OUI histologikum adalah tempat pada kanalis servikalis tempat selaput lender cavum uteri berubah menjadi lender servik.
• Tuba Falopi
Alat ini terdapat pada tepi atas ligamentum latum, berjalan kearah lateral, mulai kornu uteri kanan kiri. Panjangnya kurang lebih 12cm dan diameter 3-8mm. fungsi tuba ialah untuk membawa ovum yang di lepaskan ovarium ke cavum uteri. Tuba dibedakan 4 bagian :
1. Pars interstisialis ( intramularis ); bagian tuba yang berjalan dalam dinding uterus mulai pada ostium internum tuba.
2. Pars isthmica; bagian tuba setelah keluar dari dinding uterus, merupakan bagian tuba yang lurus dan sempit.
3. Pars ampularis; bagian tuba antara pars isthmian dan infundibulum merupakan bagian tuba yang paling lebar dan berbentuk S
4. Infundiulum : ujung dari tuba dengan umbai-umbai yang disebut fimbrie, lubangnya disebt ostium abdominal tubae.


• Ovarium
Jumlahnya 2,di kanan dan kiri uterus,dan dihubungkan dengan uterus oleh ligamentum ovarii propium dan dihubungkan dengan panggul dengan perantara ligamentum infadibulopelvikum. Di sini terdapat pembuluh darah untuk ovarium yaitu arteri dan vena ovarika. Ovarium di bedakan menjadi :
 Permukaan medial yang menghadap kearah kavum douglasi dan permukaan lateral
 Ujung atas yang berdekatan dengan tuba dan ujung bawah yang lebih dekat dengan uterus
 Tepi yang menghadap ke muka (margomesovarikus) melekat pada lembar belakang ligamentum latum dengan perantaraan mesovarium dan tepi yang menghadap ke belakang (margo fiber).
Ovarium letaknya pada dinding lateral panggul dalam sebuah lekuk yang disebut fossa ovarika Waldeyeri. Ovarium terdiri dari bagian luar (korteks) dan bagian dalam (medulla). Pada korteks terdapat folikel-folikel primordial. Pada medulla terdapat pembuluh darah, saraf, dan pembuluh limfa.
• Parametrium adalah jaringan ikat yang terdapat di antara kedua lembar ligamentum latum. Bagian atas ligamentum latum yang mengandung tuba disebut mesosalping dan bagian kaudalnya yang berhubungan dengan uterus disebut mesometrium. Pada sisi depan ligamentum latum berjalan ligamentum teres uteri pada peremukaan belakng ligamentum ovariprotium. Mesovarium merupakan lipat peritoneum untuk ovarium dan terdapat antara messosalpink dan messometrium. Pada parametrium ini berjalan ureter arteri dan vena uterine lebih padat dari jaringan sekitarnya disebut ligamentum cardinal.
Pertumbuhan alat kandungan
Alat kandungan mulai terbentuk pada embrio yang berumur 6 minggu. Alat kandungan terjadi dari 2 saluran yang disebut saluran Muller. Kedua saluran Muler ini bersatu di bagian bawahnya untuk membentuk bagian atas dari vagina dan uterus, sedangkan bagian atas tetap terpisah yang menjadi tuba. Bila penyatuan di bagian bawah dari saluran muller kurang sempurna maka mungkin terbentuk 2 vagina dan 2 uterus, atau 1 uterus yang mempunyai sekat ditengah.




2.4 STRUKTUR PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI
2.4.1 STRUKTUR PAYUDARA
Payudara/mamae/susu adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit dan di atas otot dada. Bagian-bagian payudara meliputi:
1.Korpus (badan) : Bagian yang membesar
2. Areola: Bagian yang kehitaman di tengah
3. Papila/puting : Bagian yang menonjol di puncak payudara
Di dalam korpus terdapat alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi ASI, terdiri dari beberapa sel asiner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos, dan pembuluh darah. Beberapa alveolus mengelompok membentuk lobulus, kemudian beberapa lobulus berkumpul menjadi 15-20 lobulus pada tiap payudara. Dari alveolus ASI disalurkan ke dalam saluran kecil , kemudian bergabung menjadi saluran yang lebih besar.Di bawah areola saluran yang besar melebar disebut sinus laktiferus. Akhirnya semua memusat ke dalam puting dan bermuara keluar. Di dalam dinding alveolus maupun saluran-saluran, terdapat otot polosyang bila berkontraksi memompa ASI keluar.
Struktur makroskopik mencakup kauda aksilaris (jaringan payudara yang meluas ke arah aksila), areola (daerah lingkaran yang terdiri dari kulit yang longgar dan mengalami pigmentasi) dan masin g-masing payudara bergaris tengah kira-kira 2,5 cm Areola berwarna merah muda pada wanita berkulit cerah dan lebih gelap pada wanita yang berkulit gelap dan warna tersebut menjadi lebih gelap pada waktu hamil . Papila mamae terletak di pusat areola mamae setinggi iga ke-4. Papila mamae merupakan suatu tonjolan dengan panjang kira-kira 6mm,tersususn jari ngan erektilberpigmen dan merupakan jaringan yang sangat peka. Permukaan papila mamae berlubang-lubang berupa ostium papilare kecil-kecil yang merupakan muara duktus laktiferus. Duktus laktiferus ini dilapisi 2 epitel.
Struktur mikroskopik payudara terutama tersusun atas jaringan kelenjar tetapi juga mengandung sejunlah jaringan lemak dan ditutupi oleh kulit.Jaringan kelenjar ini kira-kira dibagi 18 lobus yang dipisahkan secara sempurna satu sama lain oleh lembaran-lembaran jaringan fibrosa.Struktur didalamnya menyerupai segmen buah anggur atau jeruk yang dibelah.Setiap lobus merupakan satu unit fungsional yang berisi dan tersusun atas bangun sebagai berikut:
1.Alveoli,mengandung sel-sel yang menyekresi susu,sel-sel tersebut disebut sel asini.terdapat juga miopitel yang kadang-kadang disebut basket cell atau sel keranjang(sel laba-laba).apabila sel-sel ini dirangsang oleh oksitoksin akan berkontraksi sehingga mengalirkan air susu kedalam duktus laktiferus.
2.Tubulus lak tiferus,saluran kecil dibawah alveoli
3.Duktus laktiferus,saluran sentral yang merupakan muara beberapa tubulus laktiferus.
4.Ampula.bagian dari duktus laktiferus yang melebar yang merupakan tempat penyimpanan air susu.ampula terletak dibawah areola.
Suplai darah kepayudara berasal dari arteri mamaria interna,arteria mamaria,dan arteria-arteria interkostalis superior. Drainase vena melalui pembuluh-pembuluh yang sesuai dan akan masuk kedalam vena aksilaris.
Drainase limfatik terutama kedalam kelenjar a ksilaris dan sebagian akan dialirkan kedalam fisura porta hepar dan kelenjar mediastium.pembuluh limfatik dari masing-masing payudara berhubungan satu sama lain.
Fungsi payudara teutama dikendalikan oleh aktivitas hormon,tetapi kulitnya dipersyarafi oleh cabang-cabang nervus torakalis.juga terdapat sejumlah syaraf simpatis,terutama disekitar areola dan papilla mamae.
Tahap perkembangan payudara dimulai dari kehidupan intrauterin, yaitu dimulai pada minggu ke-4 kehidupan intrauterin. Saat lahir, payudara akan membesar pada hari pertama kehidupan. Hal ini disebabkan karen a penarikan hormon maternal dari aliran darah bayi yang disertai dengan sekresi ASI. Orang tua bayi mencemaskan keadaan ini. Mereka perlu diyakinkan bahwa keadaan demikian hanya merupakan kejadian sementara dan perlu diberikan penjelasan. Keadaan ini tidak memerlukan pengobatan, karena pembengkakannya akan mengecil dengan sendirinya setelah mencapai kadar yang sesuai.
Setelah periode neonatal, secara normal tidak terdapat aktivitas jaringan payudara, dan aktivitas ini baru timbul pada masa pubertas. Pada masa pubertas terjadi peningkatan kadar hormon pada wanita sehingga terjadi perkembangan payudara lebih lanjut. Dan biasanya mendahului saat datangnya menstruasi, yaitu kira-kira 2 tahun sebelumnya. Peningkatan kadar estrogen memacu pertumbuhan pembuluh laktiferus dan papila serta areolamamae akan lebih nyata.Peningkatan kadar progesteron memacu proliferasi alveoli. Jumlah jaringan lemak dan fibrosa akan meningkat, dan jaringan lemak ini terutama menyebabkan besarnya payudara.
Pada masa subur , yaitu pada setengah akhir siklus menstruasi , kebanyakan WUS akan mengeluh adanya perubahan payudara yang menyerupai keluhan pada waktu hamil. Perubahan ini disebabkan oleh progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum, dan keluhan ini akan hilang dengan mulainya menstruasi dan penurunan kadar progesteron.
Pada masa kehamilan terjadi perubahan payudara yang disebabkan adanya peningkatan hormon estrogen. Pada minggu ke-6 sampai ke-8 jaringan lunak payudara menjadi lebih noduler, terdapat sensasi penuh, nyeri tekan dan kesemutan serta peningkatan suplai darah maka vena subkutan menjadi lebih nyata. Pada minggu ke-12 terjadi Hiperpigmentasi pada areola dan papilla mamae,glandula sebasaedidalam areola membesar dan manyekresi sebum/minyak yang berguna melumasi mamae,muncul kelenjar-kelenjar yang disebut tuberkulum montgomeri,dan pada multigravida kolostrum sudah keluar.fungsi kolostrum pada stadium ini adalah sebagai bakal keliuarnya ASI secara bebas pada postnatal.Setelah 16 manggu muncul areola sekunder(suatu daerah yang berbercak yang timbul didaerah areola mamae).Kolostrum sejati setelah minggu ke-16,kolostrum ini mempunyai konsistensi seperti krim.
Kolostrum sering disebut dangan susu jolong.kolostrum adalah cairan emas,cairan pelindung yang kaya zat anti infeksi dan berprotein tinggi.Kolostrum biasanya keluar pada hari pertama sampai hari keempat paska partum.Pada hari pertama dan kedua setelah melahirkan,tidak jarang kita mendengar seorang ibu baru mengatakan”ASI saya belum keluar”.Sebenarnya,meski ASI yang keluar pada hari tersebut sedikit,tetapi volume yang ada didalam payudara mendekati kapasitas lambung bayi yang berusia 1-2 hari.Kolostrum yang encer dan sering kali berwarna kuning atau dapat pula jernih ini lebih mengandung sel hidup yang menyerupai sel darah putih yang dapat membunuh kuman penyakit. Selain itu kolostrum juga merupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan zat yang tidak terpakai dari usus bayi yang baru lahir sehingga mempersiapkan saluran pencernaan makanan bayi bagi makanan yang akan datang.
Fungsi kolostrum bersifat nutritif dan protektif. Kolostrum mengandung banyak faktor yang membantu untuk mencegah infeksi neonatal, yaitu immunoglobulin, laktoferin, lisosom, faktor antitripsin, faktor bifidus, dan sekretorik.


FISIOLOGI LAKTASI
PRODUKSI ASI
Menjelang akhir kehamilan, kelenjar mamae ibu berkembang penuh untuk menyusui, tetapi hanya beberapa mililiter cairan disekresi setiap hari sampai setelah bayi dilahirkan. Cairan ini dinamakan kolostrum. Kolostrum pada hakikatnya mengandung protein dan laktosa yang sama jumlahnya seperti susu, tetapi hampir tidak mengandung lemak, dan kecepatan maksimal pembentukan adalah sekitar 1/100 kecepatan pembentukan susu sebelumnya.
Pada BBL, sekresi hormon estrogen dan progesteron akan hilang karena adanya plasenta yang menghilangkan efek penghambatan kedua hormon ini dan diduga memungkinkan pembentukan prolaktin yang nyata oleh hipofisis. Prolaktin merangsang sintesis lemak, laktosa, dan kasein dalam jumlah yang besar oleh sel-sel kelenjar mamae dan dalam 2-3 hari kelenjar mamae mulai menyekresi susu dalam jumlah besar sebagai pengganti kolostrum. Timbulnya sekresi susu yang mendadak memerlukan dasar sekresi hormon pertumbuhan dan kortikosteroid adrenal yang adekuat di samping prolaktin yang mempunyai efek khusus menyebabkan laktasi.
Poses Ejeksi dan Pengeluaran ASI
Susu disekresi secara terus menerus kedalam alveoli keenjar mamae,tatapi susu tidak dapat mengalir dangan mudah dari alveoli kedalm saluran atau ductus.oleh karena itu secara terus menerus tidak dapat keluar dari putting susu,sebagai gantinya susu harus diejeksikan atau dikeluarkan dari alveoli keduktus sebelum bayi dapat memperolehnya.Proses ini disebabkan oleh gabungan reflek neurogenik dan hormonal yang menyangkut hormone oksitosin sebagai berikut.Saat bayi mengisap susu,impuls sensoris dihantarkan melalui saraf somatic kemedula spinalis dan kemidian ke hipotalamus.Impuls ini menyebabkan sekresi oksitosin dan dalam arti yang kurang penting vasopressin.Kedua hormone ini terutama oksitosin,mengalir dalam darah menuju kelenjar mamae tempatnya menyebabkan sel-sel mioepitel sekitar dinding luar alveoli berkontraksi dengan demikian memeras susu dari alveoli ke ductus.Jadi,dalam 30 detik sampai satu menit setelah bayi mulai mengisap kelenjar mamae,susu mulai mengalir.Proses ini dinamakan ejeksi susu atau pengeluaran susu.

PEMELIHARAAN LAKTASI
Pemeliharaan berlangsung terus sesuai kebutuhan.Apabila bayi tidak disusui maka tidak akan dimulai penyediaan air susu.Apabila seorang ibu bayi kembar menyusui kedua bayinya secara bersamaan.maka penyediaan air susu akan tetap cukup untuk kedua bayi tersebut.Makin sering disusukan,penyediaan ASIjuga semakin baik.Dua factor penting untuk pemeliharaan laktasi,yaitu:

1.Rangsangan
a.Bayi menyusu:meningkatkan kadar prolaktin,menghambat ovulasi dan meningkatkan produksi ASI
b.Bayi menyusui melepaskan oksitoksin kontraksi sel mioepitel dan merangsang involusi uteriASI dikeluarkan
2. Pengosongan payudara secara sempurna . Bayi sebaiknya mengosongkan satu payudara sebelum diberikan ke payudara yang lain. Apabila bayi tidak mengosongkan payudara yang kedua maka pada pembarian ASI yang berikutnya payudara ini diberikan yang pertama kali. Bayi mungkin sudah kenyang dengan satu payudara, maka payudara yang kedua digunakan untuk pemberian ASI berikutnya,. Apabila diinginkan, bayi benar-benar puas (kenyang) maka bayi perlu diberikan baik ASI pertama maupun ASI kedua pada saat sekali minum. Hal ini hanya dapat dicapai dengan pengosongan sempurna pada satu payudara.
Penting bahwa bayi minum ASI apabila menginginkannya dan selama ia ingin minum, maka penyediaannya jangan sampai tidak cukup. Apabila ASI yang diproduksi tidak dikeluarkan maka laktasi akan tertekan karena terjadi pembengkakan alveoli dan sel keranjang tidak dapat berkontraksi.
ASI tidak dapat dipaksa masuk ke dalam duktus laktiferus, tidak terlalu ditekankan disini bahwa memberikan ASI sangat dibutuhkan dan melakukan striping payudara setiap menyusukan anak juga penting untuk memelihara laktasi. Rutinitas dan pola minum ASI akan terbentuk dan minumnya akan lebih jarang apabila laktasi telah berfungsi penuh.
SUSU ASI
Perubahan kolostru menjadi ASI yang matur berlangsung selama 14 hari pertama kehidupan bayi.ASImerupakan cairan alkalis (basa),berwarna putih kebiruan dengan berat jenis 0,1031.Komposisi ASI (rata-rata sampel air susu yang dikumpulkan selama 24 jam).
Protein dalam ASI lebih mudah dicerna dibandingkan dengan susu sapi.Proteon dari susu disebut kasein.Kadar protein yaitu laktalbumin dan laktoglobulin lebih besar pada metabolisme dengan air susu sapi.ASI mengandung lemak jenuh dan lemak tidak jenuh yang kadarnya sama.Kadar kolestrolnya lebih tinggi dibandingkan dengan air susu sapi.ASI mengandung factor bifidus yang factor ini tidak terdapat didalam susu sapi.
ASI sebagai factor pelinding karena mengandung imunoglobin,laktoferin,lisosom,factor antitrypsin,factor bifidus,vitamin seperti pada kolostrum yaitu vitamin A,B,C,D,E yang kadarnya lebih tinggi daripada susu sapi,dan vitamin K kadarnya lebih rendah disbanding susu sapi.

Struktur mikroskopik payudara terutama tersusun atas jaringan kelenjar tetapi juga mengandung sejunlah jaringan lemak dan ditutupi oleh kulit.Jaringan kelenjar ini kira-kira dibagi 18 lobus yang dipisahkan secara sempurna satu sama lain oleh lembaran-lembaran jaringan fibrosa.Struktur didalamnya menyerupai segmen buah anggur atau jeruk yang dibelah.Setiap lobus merupakan satu unit fungsional yang berisi dan tersusun atas bangun sebagai berikut:
1.Alveoli,mengandung sel-sel yang menyekresi susu,sel-sel tersebut disebut sel asini.terdapat juga miopitel yang kadang-kadang disebut basket cell atau sel keranjang(sel laba-laba).apabila sel-sel ini dirangsang oleh oksitoksin akan berkontraksi sehingga mengalirkan air susu kedalam duktus laktiferus.
2.Tubulus lak tiferus,saluran kecil dibawah alveoli
3.Duktus laktiferus,saluran sentral yang merupakan muara beberapa tubulus laktiferus.
4.Ampula.bagian dari duktus laktiferus yang melebar yang merupakan tempat penyimpanan air susu.ampula terletak dibawah areola.
Suplai darah kepayudara berasal dari arteri mamaria interna,arteria mamaria,dan arteria-arteria interkostalis superior. Drainase vena melalui pembuluh-pembuluh yang sesuai dan akan masuk kedalam vena aksilaris.
Drainase limfatik terutama kedalam kelenjar a ksilaris dan sebagian akan dialirkan kedalam fisura porta hepar dan kelenjar mediastium.pembuluh limfatik dari masing-masing payudara berhubungan satu sama lain.
Fungsi payudara teutama dikendalikan oleh aktivitas hormon,tetapi kulitnya dipersyarafi oleh cabang-cabang nervus torakalis.juga terdapat sejumlah syaraf simpatis,terutama disekitar areola dan papilla mamae.
Hiperpigmentasi pada areola dan papilla mamae,glandula sebasaedidalam areola membesar dan manyekresi sebum/minyak yang berguna melumasi mamae,muncul kelenjar-kelenjar yang disebut tuberkulum montgomeri,dan pada multigravida kolostrum sudah keluar.fungsi kolostrum pada stadium ini adalah sebagai bakal keliuarnya ASI secara bebas pada postnatal.Setelah 16 manggu muncul areola sekunder(suatu daerah yang berbercak yang timbul didaerah areola mamae).Kolostrum sejati setelah minggu ke-16,kolostrum ini mempunyai konsistensi seperti krim.
Kolostrum sering disebut dangan susu jolong.kolostrum adalah cairan emas,cairan pelindung yang kaya zat anti infeksi dan berprotein tinggi.Kolostrum biasanya keluar pada hari pertama sampai hari keempat paska partum.Pada hari pertama dan kedua setelah melahirkan,tidak jarang kita mendengar seorang ibu baru mengatakan”ASI saya belum keluar”.Sebenarnya,meski ASI yang keluar pada hari tersebut sedikit,tetapi volume yang ada didalam payudara mendekati kapasitas lambung bayi yang berusia 1-2 hari.Kolostrum yang encer dan sering kali berwarna kuning atau dapat
Poses Ejeksi dan Pengeluaran ASI
Susu disekresi secara terus menerus kedalam alveoli keenjar mamae,tatapi susu tidak dapat mengalir dangan mudah dari alveoli kedalm saluran atau ductus.oleh karena itu secara terus menerus tidak dapat keluar dari putting susu,sebagai gantinya susu harus diejeksikan atau dikeluarkan dari alveoli keduktus sebelum bayi dapat memperolehnya.Proses ini disebabkan oleh gabungan reflek neurogenik dan hormonal yang menyangkut hormone oksitosin sebagai berikut.Saat bayi mengisap susu,impuls sensoris dihantarkan melalui saraf somatic kemedula spinalis dan kemidian ke hipotalamus.Impuls ini menyebabkan sekresi oksitosin dan dalam arti yang kurang penting vasopressin.Kedua hormone ini terutama oksitosin,mengalir dalam darah menuju kelenjar mamae tempatnya menyebabkan sel-sel mioepitel sekitar dinding luar alveoli berkontraksi dengan demikian memeras susu dari alveoli ke ductus.Jadi,dalam 30 detik sampai satu menit setelah bayi mulai mengisap kelenjar mamae,susu mulai mengalir.Proses ini dinamakan ejeksi susu atau pengeluaran susu.